KOTA BEKASI – Ketua DPC GMNI (Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) Bekasi, Christianto Manurung SH, dikeroyok oleh sejumlah oknum saat membela temannya Sarinah dari tindakan pelecehan oleh warga negara asing (WNA) Rudolf Jhon, hingga mengalami luka luka di bagian kepala. Kejadian pengeroyokan tersebut terjadi di Cafe Koma Junkyard, JL. Bambu Runcing No.20, RT.OO4/RW.OO7, Bekasi Jaya, Kota Bekasi pada Minggu (25/2/2024) sekira pukul 01.00, lalu, dan kasusnya kini sudah dilaporkan kepada Polres Bekasi Kota.
Informasi yang didapatkan Morality News di lapangan bahwa salah satu pelaku pengeroyokan ada yang berpakaian merek cafe dan diduga sang WNA Rudolf Jhon, turut serta.
Christianto kepada Morality News menjelaskan, keributan terjadi berawal dari tindakan pelecehan seksual Rudolf Jhon kepada salah seorang teman wanitanya. Christianto menuturkan bahwa tindakan WNA Rudolf Jhon yang memegang bagian payudara di muka umum adalah pelecehan yang memalukan.
"Saya datang ke cafe itu berlima, tiga cowok dan dua cewek, nongkrong menikmati musik. Ini teman kampus dan organisasi juga. Saat teman saya dipegang bagian payudaranya, saya spontan marah ke WNA itu. Rupanya para pegawai cafe malah membantu si WNA itu sehingga saya terpancing emosi. Tiba-tiba saya dipukul hingga terjatuh entah oleh siapa. Saya perkirakan ada sekitar 10 orang yang mengeroyok saya dan beberapa diantaranya menggunakan seragam cafe Koma Junkyard,” ungkap Christianto kepada media.
Dikatakan Chris, bahwa dirinya gak sempat melawan karena kalah jumlah dan kawannya yang ikut bersamanya di cafe itu juga tidak berdaya berbuat apa-apa.
Usai peristiwa pengeroyokan, Christianto bersama teman-temannya melaporkan kejadian itu ke Mapolres Metro Bekasi Kota dan langsung visum.
Ditambahkan Christianto, aksi pengeroyokan yang tidak terpuji tersebut seharusnya tidak terjadi. Apalagi karyawan cafe memihak kepada pelaku yang melecehkan seorang perempuan.
Christianto berharap, pihak kepolisian bertindak cepat mengamankan para pelaku pengeroyokan termasuk Rudolf Jhon yang turut dilaporkan secara terpisah Sarinah sang oleh korban tindakan pelecehan.
“Ya, kasus ini dibuat dua laporan. Saya sebagai korban berharap polisi sigap mengamankan para pelaku dan memberikan keadilan hukum bagi warga negaranya,” tandasnya.
Sementara hingga berita ini diturunkan pihak Dinas Tenaga Kerja Pemerintah Kota Bekasi belum didapat keterangan status dari sang WNA Rodolf Jhon terkait dengan Ijin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing, di Kota Bekasi. Bersambung (Andre).


Social Header