Breaking News

Dianggap Tidak Sejalan Dengan Perintah Ketua Umum, GMNI Kota Bekasi Tolak Hasil Musda KNPI Kota Bekasi

Bekasi- Moralitynews.com
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bekasi, menyatakan sikap penolakan terhadap hasil musyawarah Daerah (Musda) KNPI Kota Bekasi pada 20 Januari 2025 yang diselenggarakan di Bandung  di Kantor DPD KNPI Jawa Barat.

Penolakan itu disampaikan Ketua DPC GMNI Bekasi Christianto Manurung, karena  Musda tersebut dengan sengaja tidak melibatkan GMNI Bekasi di dalamnya.  "Sangat jelas bahwa GMNI yang berhimpun dalam KNPI Ketua Umum Ryano adalah GMNI yang berada di barisan Ketua Umum Imanuel Cahyadi dan di Bekasi sendiri kamilah yang menjadi turunan di bawahnya," ungkap Christianto.

Ditegaskan  Christianto, bahwa hal  yang sangat  disayangkan, saat Musda berjalan di Bandung, mereka dari GMNI Bekasi ditolak untuk masuk ke dalam forum dengan dasar bahwa kami bukan peserta, dan panitia Musda malah mengakomodir GMNI yang di luar barisan Ketua Umum Ryano Panjaitan. Padahal sebelumnya saat Musda diselenggarakan di Bekasi, DPC GMNI Bekasi merupakan peserta dalam forum Musda ini.

Kami GMNI Bekasi merupakan organisasi yang sudah berhimpun sejak awal terpilihnya Ryano Panjaitan sebagai Ketua Umum. Bahkan sebelumnya sudah ada statement dari DPP KNPI & DPD KNPI Jawa Barat bahwa GMNI harus menjadi peserta dalam Musda ini dan tidak boleh ada GMNI selain versi yang berada dalam naungan Ketua Umum Imanuel yang masuk menjadi peserta dalam setiap agenda Musda KNPI versi Ryano.

Setelah Musda berakhir, akhirnya kami mencoba meminta klarifikasi kepada DPD KNPI Jawa Barat atas hal tersebut. Dan KNPI Jawa Barat pun kaget akan kejadian itu. Kemudian  memberikan solusi kepada kami untuk dijadikan Tim formatur agar GMNI kami memiliki peran dalam pelaksanaan Musda ini sebab GMNI merupakan unsur penting dalam organisasi KNPI. Dan Jawa Barat pastinya hanya merangkul GMNI yang dibarisan Ketua Umum Ryano Panjaitan. 

Namun faktanya, saat kami akan dijadikan formatur, pihak Tim Adelia coba menghubungi kami dan melakukan pressure terhadap kami agar tidak menjadi formatur.

Dari hal itu, kami menduga bahwa hilangnya nama DPC GMNI Bekasi dari daftar kepesertaan Musda KNPI Kota Bekasi,  merupakan sebuah faktor kesengajaan.

Dalam hal ini kami mempertanyakan kenapa Adelia dan timnya berani melawan perintah dari DPP dan DPD KNPI Jawa Barat.

Terkait kecurangan ini,  kami akan segera melaporkan hal ini ke DPP KNPI secara resmi untuk dilakukan evaluasi terhadap hasil Musda ini, bahkan bila perlu di Musdakan ulang. "Pastinya kami meminta sikap tegas dari DPP KNPI beserta DPD KNPI Jawa Barat. Karena kami menilai ada upaya dari kelompok di luar barisan Ketua Umum Ryano yang ingin melanggengkan kekuasaannya di kepengurusan KNPI Kota Bekasi," kata Christianto Ketua GMNI Bekasi. (Andre).
© Copyright 2022 - moralitynews.com