Sudah 71 Tahun Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mengabdi untuk negeri dan bangsa. Perjalanan waktu yang panjang itu memiliki banyak makna.
Tidak hanya sebagai organisasi extra kampus, tetapi GMNI juga hadir sebagai suatu gerakan perlawanan terhadap paham radikalisme dan segala bentuk penindasan, ucap Ketua DPC GMNI Bekasi, Christianto Manurung.
Bung Chris panggilan akrabnya mengatakan, "sebentar lagi kita akan mengadakan kongres ke XXII yang akan digelar di Bandung. Tentu momentum ini yang kita nanti-nanti, sebab kongres merupakan agenda sakral, dimana kader GMNI se-Indonesia berkumpul melahirkan ide dan gagasan untuk dipersembahkan terhadap Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI)".
Bung Chris mengingatkan kepada seluruh kawan-kawan GMNI se-Indonesia, "jangan sampai dalam momentum ini, kita mudah terprovokasi bahasa-bahasa bising yang mengatasnamakan kader GMNI dengan tujuan menggagalkan kongres".
Dilanjutkan Chris, "setiap narasi buruk yang hadir harus kita crosscheck, siapa yang mengeluarkan itu, apakah benar bagian dari GMNI ? Dan apa tujuan sebenernya. Jangan sampai ada pihak luar yang mengatasnamakan bagian dari GMNI apalagi berani mengklaim kader-kader GMNI di daerah cabangnya masing-masing demi kepentingan pribadi".
Ditambahkan Chris, "di sisi lain, kita juga harus berjaga-jaga akan potensi masuknya kepentingan oknum elit partai, yang ingin mencoba memperalat GMNI sebagai batu loncatan untuk menggapai ambisi pribadinya".
Lanjut dikatakan Chris, sesuai dengan tema kita, Bersatu Lawan Penjajahan Gaya Baru, maka mari GMNI se-Indonesia bersatu untuk mengawal dan menyukseskan kongres GMNI ke XXII. "Merdeka.....merdeka.....merdeka," tutup Chris. (Andre)


Social Header