Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., yang saat ini menjabat sebagai Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) periode 2021–2026, dinilai sebagai sosok yang memiliki kapasitas manajerial yang mumpuni, rekam jejak akademik yang kuat, serta dedikasi yang tinggi dalam memajukan institusi pendidikan tinggi.
Kepemimpinan beliau selama ini telah menunjukkan komitmen yang jelas terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan kepada sivitas akademika USU.
Sebagai aktivis pemuda dan mahasiswa, yang juga alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USU, sekaligus Sekretaris Jenderal Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Medan, Wily Simbolon, S.Sos., memandang bahwa Prof. Dr. Muryanto Amin merupakan figur yang layak untuk melanjutkan kepemimpinan di USU.
Menurut Wily, pengalaman dan integritas Prof Dr.Muryanto Amin, S.Sos, menjadikannya tokoh yang dapat dipercaya untuk membawa USU ke arah yang lebih baik.
Namun demikian, kata Wily Simbolon, belakangan ini beredar berbagai narasi negatif di media massa maupun media sosial yang menyudutkan Prof. Dr. Muryanto Amin. Bahkan, muncul kelompok yang mengatasnamakan forum alumni yang mendesak penonaktifan beliau, dengan dasar yang menurut hemat kami tidak berdasar dan cenderung menyerang secara personal.
Wily Simbolon juga merasa prihatin terhadap berbagai justifikasi yang tidak proporsional, seolah-olah beliau telah terbukti bersalah hanya karena namanya disebut sebagai saksi dalam perkara hukum yang sedang berlangsung, yaitu terkait operasi tangkap tangan (OTT) proyek infrastruktur yang menjerat Kepala Dinas PUPR Sumut, Topan Ginting. Padahal, status sebagai saksi bukanlah indikator keterlibatan hukum, apalagi kesalahan.
"Saya pribadi mengenal Prof. Dr. Muryanto Amin sebagai sosok yang terbuka, komunikatif, dan responsif terhadap aspirasi mahasiswa," kata Wily S.
"Pada tanggal 21 Mei 2024, saat saya menjabat sebagai Ketua PMKRI Komisariat USU, bersama rekan-rekan dari Cipayung Plus USU, kami melakukan aksi demonstrasi di depan Biro Rektor. Kami disambut langsung oleh Rektor USU beserta jajaran, dan beliau memfasilitasi dialog terbuka dengan penuh kehangatan dan kesetaraan," tutur Wily.
Diskusi tersebut kata Wily berlangsung secara informal dan egalite. "Kami duduk melingkar di lantai, tanpa jarak antara pimpinan dan mahasiswa, layaknya hubungan antara orang tua dan anak," ujar Wily.
Ditambahkan Wily sang aktivis PMKRI, "dari pengalaman tersebut dan pengamatan saya selama ini, saya meyakini bahwa Prof. Dr. Muryanto Amin adalah seorang intelektual-aktivis yang bertanggung jawab, memiliki integritas, dan sangat memahami dinamika kampus.
Saya percaya, beliau merupakan sosok yang tepat untuk kembali memimpin USU dalam periode selanjutnya".
(Yakob Tampu)


Social Header