Massa aksi Aliansi Perempuan Indonesia (API) berjumlah lebih dari 500 orang peserta melakukan aksinya di depan gerbang gedung DPR RI. Dalam aksi bertema "Protes adalah Hak" menyampaikan 5 tuntutan. Selain itu mereka meminta Presiden Prabowo Subianto untuk menghentikan kekerasan, mencabut fasilitas dan tunjangan DPR, hentikan reprisifitas terhadap rakyat, berikan keadilan terhadap perempuan.
Ke 6 Maklumat API adalah mengutuk aksi kekerasan negara termasuk menarik mundur TNI dan Polri. Meminta Menteri Pertahanan Syafri Syamsudin dan Panglima TNI menarik tentara yang dilibatkan bersama kepolisian dalam penanganan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk segera mundur dari jabatannya, serta kepolisian untuk membebaskan seluruh masyarakat yang ditahan sekarang juga. Meminta Presiden Prabowo untuk menghentikan kriminalisasi terhadap rakyat, aktivis, jurnalis, dan pendamping hukum serta membebaskan tahanan tanpa syarat.
Meminta Presiden Prabowo untuk mengembalikan militer ke barak dan menghentikan segala bentuk keterlibatan TNI dalam urusan sipil. Dan Terjaminnya seluruh hak warga negara untuk berkumpul, berserikat dan menyampaikan protes dimuka umum tanpa intimidasi dan kekerasan.
Aksi yang dimulai jam 10 pagi itu diisi dengan penyampaian orasi, pembacaan puisi, stempel tangan pada kain hitam dan pembacaan maklumat. "Tidak menuduh rakyat teroris kalau mereka turun ke jalan, dan bela sungkawa terhadap meninggalnya 10 orang selama aksi 25 Agustus sampai 3 September" teriak orator dari mobil komando.
Aksi API berjalan dengan aman dan baik hingga akhir acara. Tampak Baliho besar dipasang di Gerbang DPR RI bertulis "PRABOWO HENTIKAN KEKERASAN NEGARA" Protes adalah Hak. (Don).


Social Header