Kordinator Pusat Danantara Watch (D - WA) Alex A.Simatupang menyampaikan kekecewaannya yang mendalam atas kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT. Agrinas Palma Nusantara besutan Badan Pengelola Investasi Dana Agatha Nusantara (BPI DANANTARA) Indonesia.
Kekecewaan itu muncul merujuk hasil dari Rapat waDengar Pendapat (RDP) atau Rapat
Komisi VI DPR - RI dipimpin Ketua Komisi VI DPR RI : Anggia Erma dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan Direksi PT. Agrinas Palma Nusantara (APN) dipimpin Direktur Utama : Muhammad Abdul Ghanie. Terungkap bahwa Agrinas Palma hanya menyetor Rp. 2,7 Miliar selama kinerja tahun 2025 dari hasil pengelolaan lahan sawit hasil "Rampasan" Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (SATGAS PKH) seluas 4,1 juta Hektar.
BOD Gendut
Berdasankan Surat Keputusan (SK) No. 172 Tahun 2026 & 067/ DI/ DAM/ DO/ 2026 selaku Pemegang saham PT. Agrinas Palma Nusantara dalam hal ini CEO BPI Danantara Indonesia yang tentu ditandatangani oleh CEO Danantara Indonesia : Rosan Perkasa Roeslani bahwa Struktur Dewan Komisaris ada 6 orang dan Dewan Direksi mencapai 12 orang.
Berikut adalah Dewan Komisaris (Board of Commisioner) :
Komisaris Utama : R. Wisnoe Prasetyo Boedi
Komisaris : 1. Salamat Simanullang, 2. Rini Widyastuti 3. Meris Wiryadi 4. Barita Simanjuntak 5. Ramses Lumban Tobing.
Sementara 2 Komisaris Lama tidak duduk lagi yaitu : Wicipto Setiadi & Ulfah Mashfufah.
Dewan Direksi (Board of Directors) : 1. Direktur Utama : Mohammad Abdul Ghanie (Mantan Humas Satgas PKH) menggantikan Agus Sutomo 2. Wakil Direktur Utama : Kusdi Sastro Kidjan 3. Direktur Bisnis : Nurhidsyat menggantikan Zulham S. Koto 4. Direktur Keuangan & Management Resiko : Sucipo Prayitni menggantikan Sunis Pansori 5. Direktur Kemitraan & Plasma : Seger Budihardjo 6. Direktur Kepatuhan & Keberlanjutan : Novil Anoverta 7. Direktur Operasional : Tuhu Bangun menggantikan Ospin Sembiring 8. Direktur Hukum : Nyoman Suparta 9. Direktur Sumber Daya Manusia & Umum : Memed Kosasih Setia Putra 10. Direktur Pemasaran : Mohammad Wais Fansuri 11. Direktur Konsultan : Gagah Guntur Wibowo 12. Direktur Hubungan Kelembagaan Cucu Somantri.
Menurut Alex yang mantan Ketua Harian DPP NCW (Nasional Corruption Watch) ini, sejatinya Susunan Dewan Komisaris cukup 3 Orang dan Dewan Direksi Maksimal 5 Orang.
Beberapa Direktur ditengarai Alex Tumpang tindih seperti : Direktur Hukum dengan Direktur Konsultan. Direktur Kemitraan & Plasma dengan Direktur Hubungan Kelembagaan. Dir. Kepaputan dan Keberlanjutan. Direktur Operasional dengan Direktuelr Bisnis & Pemasaran.
Bahkan Direktur Kepatutan & Keberlanjutan sangat tidak tidak patut dan tidak layak dilanjutkan.
PT. Agrinas Palma Nusantara (Persero) adalah BUMN yang dipercaya Negara untuk mengelola 4,1 juta hektar lahan sawit hasil sitaan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH). Satgas ini dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan Syafrie Samsuddin di mana Ketua Pelaksana Harian adalah Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) : Febrie Adriansyah dan Para Petingggi dari Kepolisian RI, Kejaksaan RI, Kemenhut RI, Kemen LH, BPKP, diback up Unsur TNI dan lainnya.
Kasus Jampidsus
Sementara itu Patut diduga bahwa sebagian hasil dari Satgas PKH ada yang menjadi Asset hasil Korupsi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) Febrie Adriansyah. Sebagaimana diketahui setelah digrebek oleh Korps Pemberatasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri yang dipimpin Irjen. Totok Suharyanto baik dari Cafe de CLAN & sebuah Rumah Mewah di Sentul mencapai nilai fantastis angka cantik Rp. 543,2 Miliar.
Febrie telah ditetapkan jadi tersangka dan mengundurkan diri dari Jabatan JAM PIDSUS.
Menyedihkan dan memprihatinkan menurut Alex adalah jawaban Dirut PT. Agrinas Palma Nusantara : Mohammad Abdul Ghanie yang menyatakan bahwa asset 4,1 juta hektar itu hanya dihitung senilai Rp. 200 - 300 Milliar Rupiah tanpa angka pasti.
Sementara hingga berita ini diterbitkan, pihak BUMN PT.Agrinas Palma Nusantara, belum berhasil dimintakan keterangan dan tanggapannya atas pernyataan kekecewaan yang disampaikan oleh Kordinator D-WA, Alek A. (Andre Bernando)


Social Header