Breaking News

Selamat Jalan Prof. dr. A.A.P. Depari, DPC PMKRI Medan : "Perjuangan Prof.A.A.P. Depari Akan Selalu Menjadi Bagian dari Sejarah Organisasi"

Medan - Moralitynews.com
Kabar duka menyelimuti keluarga besar Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), khususnya PMKRI Cabang Medan Santo Bonaventura. Salah satu tokoh yang memiliki tempat penting dalam sejarah lahir dan berkembangnya PMKRI di Kota Medan, Prof. dr. A.A.P. Depari, telah berpulang ke rumah Bapa di Surga (meninggal -Red) pada Minggu, (30/8/2026).

Kepergian Prof. A.A.P. Depari meninggalkan duka yang mendalam. Namun, bagi keluarga besar PMKRI Medan, kepergian beliau juga menjadi momentum untuk kembali melihat sejarah, mengingat jasa para pendiri, serta merefleksikan tanggung jawab generasi hari ini dalam meneruskan cita-cita perjuangan yang telah diletakkan sejak awal berdirinya PMKRI Medan.

Prof. dr. A. A. P. Depari dikenal sebagai salah satu sosok yang berada di balik lahirnya PMKRI Cabang Medan dan menjadi Ketua PMKRI Cabang Medan tahun 1962-1965. Dalam perjalanan sejarahnya, PMKRI Medan tidak hanya menjadi ruang pembinaan mahasiswa Katolik, tetapi juga menjadi tempat lahirnya kader-kader yang mengambil peran dalam kehidupan Gereja dan bangsa.
Bagi generasi PMKRI hari ini, para pendiri bukan sekadar bagian dari catatan sejarah. Mereka adalah peletak dasar sebuah tradisi intelektual, kaderisasi, pengabdian, dan keberanian untuk mengambil bagian dalam persoalan-persoalan kebangsaan.

“Kami Kehilangan Seorang Pendiri, tetapi Tidak Kehilangan Warisannya”

Ketua Presidium PMKRI Cabang Medan Santo Bonaventura Periode 2026-2027, Nicola Simarmata menyampaikan bahwa kepergian Prof. dr. A.A.P. Depari merupakan kehilangan besar bagi PMKRI Medan.
“Bagi kami, Prof. A.A.P. Depari bukan hanya seorang tokoh yang pernah hadir dalam sejarah PMKRI Medan. Beliau adalah salah satu orang yang ikut meletakkan fondasi awal berdirinya PMKRI Medan. Karena itu, kepergian beliau adalah kehilangan bagi kami semua. Namun, kami percaya bahwa seorang pendiri tidak pernah benar-benar pergi ketika nilai dan semangat perjuangannya terus hidup dalam generasi yang datang setelahnya,” ujar Nicola S. 

Menurutnya, generasi PMKRI saat ini memiliki tanggung jawab moral untuk merawat sejarah sekaligus meneruskan semangat yang telah diwariskan oleh para pendahulu.
“Kami tidak ingin mengenang Prof. A.A.P. Depari hanya dalam suasana duka. Kami ingin menjadikan kepergian beliau sebagai refleksi bagi kader-kader PMKRI Medan bahwa organisasi ini lahir dari perjuangan dan pengabdian. Tugas kami hari ini adalah menjaga api itu agar tidak padam, serta meneruskannya dalam konteks persoalan bangsa yang terus berubah. Merupakan pengalaman yang luar biasa bisa mengenal, berbincang, dan bertemu Prof Depari semasa hidupnya,” kata Nicola S.

Sementara itu, Bartolomeus Situmorang selaku Sekretaris Jenderal PMKRI Cabang Medan Santo Bonaventura Periode 2026-2027 menilai bahwa sejarah sebuah organisasi tidak dapat dipisahkan dari orang-orang yang dengan keberanian dan pengabdiannya membangun fondasi organisasi tersebut.
“Kita sering menikmati hasil dari sebuah perjuangan tanpa lagi mengingat siapa yang pertama kali menanam benihnya. Prof. dr. A.A.P. Depari adalah bagian dari generasi yang menanam benih PMKRI di Medan. Hari ini kita boleh memiliki organisasi yang besar dan panjang sejarahnya, tetapi kita tidak boleh melupakan orang-orang yang memulai semuanya,” ujarnya. 

Ia menambahkan bahwa warisan terbesar seorang pendiri bukanlah nama, jabatan, atau kedudukan, melainkan nilai yang terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Warisan Prof. A.A.P. Depari bukan hanya tentang berdirinya sebuah cabang PMKRI. Lebih jauh, warisan itu adalah semangat untuk membentuk mahasiswa Katolik yang berpikir kritis, memiliki keberanian moral, mencintai Gereja dan Tanah Air, serta mau mengambil bagian dalam memperjuangkan kemanusiaan dan keadilan. Itulah warisan yang harus terus kami jaga,” tuturnya. 

PMKRI Cabang Medan Santo Bonaventura memandang bahwa mengenang para pendiri harus menjadi bagian dari kesadaran sejarah organisasi. Setiap generasi memiliki tantangannya sendiri, tetapi nilai dasar dan semangat kader juga harus selalu dinyalakan terutama dalam semangat belajar pada Kader akan sejarah PMKRI di cabangnya masing-masing.
Di tengah berbagai persoalan kebangsaan hari ini, PMKRI Medan berkomitmen untuk terus menjadi ruang kaderisasi dan perjuangan bagi mahasiswa Katolik untuk membaca realitas sosial secara kritis serta mengambil bagian dalam menghadirkan perubahan.

Kepergian Prof. dr. A.A.P. Depari menjadi pengingat bahwa setiap generasi hanya menjadi bagian dari sebuah perjalanan panjang. Apa yang telah dibangun oleh generasi terdahulu harus dirawat, dikritisi, dan dikembangkan oleh generasi berikutnya.
Selamat jalan, Prof. dr. A.A.P. Depari.
Engkau telah menyalakan api.
Kami, generasi yang datang kemudian, akan berusaha menjaganya tetap menyala.
Semoga Tuhan menerima segala pengabdian dan kebaikan yang telah diberikan selama hidupnya serta memberikan penghiburan dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Requiescat in Pace.
PMKRI Cabang Medan Santo Bonaventura
Pro Ecclesia et Patria!
(J. Tampubolon)
© Copyright 2022 - moralitynews.com