Breaking News

Tekan Angka Pengangguran, Kawasan Industri Batang Serap 18.390 Tenaga Kerja

Batang - Moralitynews.com
Keberadaan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) berdampak pada pengurangan angka pengangguran di Provinsi Jawa Tengah. Sebab, kawasan tersebut mampu menyerap sebanyak 18.390 tenaga kerja. 

Hal itu disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat mendampingi Kunjungan Kerja Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, pada Selasa, 28 April 2026. 

Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi di KITB terus meningkat, bahkan kawasan tersebut mampu menjadi penopang perekonomian warga setempat. 

" Provinsi Jawa Tengah, khususnya kota Batang diberikan tanah yang luar biasa, sehingga ini menjadi penopang ekonomi masyarakat Jawa Tengah," ucapnya.

Menurutnya, pembangunan KITB dirancang untuk berbagai sektor, salah satunya kawasan pariwisata. Hal itu sejalan dengan tema Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Tengah 2027 tentang pariwisata dan ekonomi syariah. 

Tak hanya itu, Wagub berharap akan ada semakin banyak investor yang tertarik menanamkan investasi di wilayahnya.

"Para wisatawan jangan hanya menikmati alam dan kuliner,  tetapi ketertarikan mereka bagaimana berinvestasi di Jawa Tengah. Itu harapan kami," bebernya.

Pada kesempatan itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Rachmat Pambudy, menyampaikan bahwa KITB layak menjadi kawasan percontohan. Ia menilai, ada beberapa keunggulan di Batang yang tidak kalah dengan kawasan lain yang memiliki skala internasional. 

Ia mengatakan, tidak berlebihan jika Presiden Prabowo menargetkan KEK Industropolis Batang akan menjadi Shenzhen-nya Indonesia. Diketahui, Shenzhen adalah sebuah kota metropolitan dan zona ekonomi khusus di Provinsi Guangdong Tiongkok. Apalagi, tidak hanya industri padat karya yang dikembangkan di KITB, tetapi juga data center. 

Direktur Utama Indrustropolis Batang, Anak Agung Putu Ngurah Wirawan, mengatakan, saat ini jenis industri yang dikembangkan di KITB, meliputi padat karya 47% dan padat teknologi 53%. Saat ini, ada sebanyak 93 tenant dengan total investasi mencapai Rp23 triliun. Sementara total luas lahan tersewa di kawasan tersebut sebesar 442,2 hektare. 

Nantinya juga akan dikembangkan proyek Two Countries Twin Parks (TCTP) seluas 500 hektare; data center 28 hektare; serta sunpark village, golf course, dan horse race arena seluas 200 hektare. Selain itu, ada hotel, sinema, dry port (pelabuhan darat), sport center, shophouse, rusunawa 20.000 unit, serta kompleks komersial. (Hms/Herryadi)
© Copyright 2022 - moralitynews.com